Stock darah di Balikpapan Kaltim Menipis

Di Kota Balikpapan ketersediaan kantong darah perminggu nya terbilang masih mencukupi. Menurut Staff Kantor PMI – Palang Merah Indonesia Kota Balikpapan, Kalimantan Tmur, M. Arfan (Jumat, 28/7) setiap harinya ada sekitar 60 kantong darah yang disiapkan. Namun untuk ketersediaan stock darah AB relatif lebih sedikit dibanding golongan darah lainnya.

logo-PMI Balikpapan

Hingga akhir bulan ini (red Juli) stock darah aman dan siap untuk didistribusikan. Distribusi kantong darah biasanya dilakukan PMI Balikpapan ke Rumah Sakit untuk penanganan pasien yang kekurangan darah ataupun untuk operasi.

Walau terbilang aman, M. Arfan juga mengungkapkan harapannya agar masyarakat semakin banyak yang mau mendonorkan darahnya ke PMI karena kebutuhan akan darah semakin hari juga semakin banyak.

Saat ini pendonor yang paling banyak berasal dari instansi, yang mengakomodir pendonor di masing-masing instansinya. Paling tidak dalam satu minggu ada 1 atau 2 perusahan yang memberikan kantong darah dari hasil penggalang donor di Instansinya. Menurut M. Arfan itu cukup membantu PMI dalam menjaga stok darah.

Selain mendapatkan darah dari instansi, PMI juga mendapatkan bantuan dari pendonor yang yang secara rutin dan sukarela mendonorkan darahnya setiap 3 bulan sekali. Bahkan para pendonor ini juga bersedia memberikan darahnya jika PMI kekurangan stock dan ada yang membutuhkan segera. Bahkan untuk kondisi yang sangat darurat PMI Balikpapan meminta kesediaan keluarga pasien terdekat untuk mendonorkan darahnya, tentu saja dengan golongan darah yang sama.

Golongan darah yang paling banyak dicari di Kota Balikpapan adalah golongan darah B, O dan A. Sementara untuk golongan darah AB bisa dibilang tidak terlalu banyak. Hal ini biasanya sebanding dengan jumlah kantong darah yang masuk. Golongan darah AB juga termasuk golongan darah yang sedikit pendonornya.

Satu hal yang perlu dijelaskan ke masyarakat, menurut M. Arfan. Bahwa dari sekian banyak pendonor yang mendaftar atau ingin mendonorkan darahnya ke PMI tidak semuanya bisa diterima untuk di ambil darahnya. Kondisi darah pendonor dan yang mendonorkan harus lah sehat dan prima. Oleh karena itu M. Arfan mengharapkan bagi masyarakat terutama yang ingin mendonorkan darahnya, agar menjaga kondisi tubuhnya dan asupan makannya sebelum mendonorkan darahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *