Memahami HB Darah Normal

 

HB darah normal atau hemoglobin normal bisa diketahui melalui pemeriksaan darah. Apabila hemoglobin menunjukkan angka normal maka tubuh anda berada di kondisi yang sehat tanpa masalah. Namun, apabila hemoglobin rendah, bisa jadi itu merupakan suatu tanda penyakit tertentu yang muncul di tubuh anda.

Hemoglobin atau HB merupakan molekul dalam sel darah merah yang berperan untuk mengangkut oksigen dari paru-paru disebarkan seluruh tubuh, kemudian karbon dioksida yang ada pada seluruh jaringan tubuh di bawa kembali ke paru-paru untuk kemudian di keluarkan melalui proses pernapasan.

HB darah normal membentuk sel darah marah berbentuk bulat pipih tanpa lubang di tengahnya. Dan mendukung kinerja sel darah merah. Namun apabila hemoglobin tidak normal atau rendah maka kinerja sel darah merah juga bisa bermasalah.

HB darah yang rendah disebabkan oleh beberapa masalah seperti pendarahan karena luka atau pendarahan pasca melahirkan. Bisa juga karena menstruasi yang mengeluarkan darah terlalu banyak.

Namun, ada juga HB darah rendah karena bawaan penyakit,  seperti anemia aplastik, anemia defisiensi besi, kanker, gastritis, sirosis, defisiensi vitamin B12, gagal ginjal kronis, leukimia atau bisa jadi karena efek samping dari kemoterapi.

mengenal HB Darah Normal

Mengetahui HB Darah Normal atau HB Darah Rendah, agar Dapat Mengantisipasi

Pemeriksaan darah

Untuk mengetahui sel darah merah, hemoglobin, sel darah putih dan juga trombosit dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah dengan mengambil sampel darah pada pembuluh vena pada lengan.  Pemeriksaan ini menggunakan alat khusus hasilnya pun dapat dilihat dalam waktu kurang dari satu menit.

Kadar HB darah normal berbeda-beda setiap orangnya tergantung pada usia orang. Apabila kadar HB darah rendah maka bisa jadi menunjukkan suatu penyakit tertentu yang biasanya di diagnosa sebagai anemia.

Meningkatkan hemoglobin

Apabila HB darah anda terlalu rendah, maka anda bisa melakukan hal-hal berikut ini agar HB darah meningkat :

  • Transfusi, merupakan suatu metode apabila tubuh sudah tidak mampu memproduksi hemoglobin secara normal. Transfusi biasanya dilakukan pada orang yang memiliki anemia parah. Apabila anda sering melakukan transfusi maka anda harus melakukan pemeriksaan rutin untuk mengecek agar zat besi dalam tubuh anda tidak berlebih.
  • Suplemen zat besi. Apabila anda ingin mengonsumsi suplemen zat besi untuk meningkatkan HB darah anda, maka sebaiknya anda konsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Karena suplemen zat besi tidak dianjurkan untuk anak-anak. Pemakaian melebihi dosis pun dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Suplemen zat besi biasanya diberikan kepada wanita hamil yang membutuhkan sel darah merah yang banyak. Efek penggunaan suplemen zat besi biasanya feses anda akan berwarna hitam, rasa mual,  nyeri perut dan sembelit.

  • HB darah rendah karena gagal ginjal, efek kemoterapi, anemia karena kanker dan gangguan sumsum tulang belakang bisa menggunakan metode terapi eritropoietin, pemberian hormon untuk meningkatkan sel darah merah karena tubuh sudah tidak bisa memproduksi sel darah merah secara normal.
  • Meningkatkan asupan makanan yang mengandung zat besi. Cara ini merupakan suatu metode alami yang tidak menimbulkan efek samping.

Makanan yang mengandung zat besi antara lain, daging yang tidak berlemak, kacang-kacangan dan telur.

Selain mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi anda bisa mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B6, B12, asam folat, dan vitamin C.

HB darah yang rendah tidak selalu menandakan suatu penyakit  yang serius. Wanita hamil biasanya mempunyai HB darah yang rendah. Bisa juga karena riwayat keluarga anemia. Untuk mendapatkan HB darah normal sebaiknya anda mencukupi asupan makanan anda agar tidak menimbulkan efek samping.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *