Apakah PMI Berjualan Darah ? Brapa Biaya Sekantong Darah ?

Pasti pertanyaan di atas sering ditanyakan masyarakat, karena setiap akan membutuhkan darah selalu ada biaya yang dikeluarkan. Padahal saat donor darah kita memberi darah kita cuma-cuma ke PMI.

Proses Mendapatkan Sekantong Darah

Kalau anda tahu proses transfusi darah itu tidak semudah yang selama ini anda bayangkan. Simple nya kita hanya berfikir proses transfusi darah itu hanya tinggal menyedot darah dari pendonor lalu tinggal dialirkan ke si penerima darah. Sebenarnya ada berbagai proses yang harus dilewati dan dilaksanakan terlebih dahulu. Secara garis besar, proses itu dimulai dari pemeriksaan calon pendonor, setelah oke selanjutnya dilaksanakan dengan pengambilan darah, penyeleksian dan proses penyimpanan.

Memang betul ada biaya yang diminta saat membutuhkan kantong darah. Bagi yang pernah membutuhkan darah tentu tahu dengan istilah Biaya Penggantian Pengelolaan Darah (BPPD). Unsur biaya pada BPPD itu merupakan :

1. Kantong darah.

Kantong darah ini adalah tempat penyimpanan darah agar darah tidak rusah dan menjadi beku. Kantong darah ini masih dipasok dari luar negeri, tentu saja biayanya menjadi mahal, termasuk biaya atas alat yang sekali pakai dan tidak bisa digunakan lagi misalnya, jarum suntik, selang, kapas, alkohol dan lain sebagainya.

2. Biaya cek.

Biaya ini untuk penggantian biaya saat pendonor akan dicek kondisi kesehatannya, diantaranya cek Hb, tekanan darah dan tingii/berat badan.

3. Biaya cek Penyakit.

Tidak semua darah yang didonorkan akan diterima, perlu dicek atau diseleksi dulu apakah darah pendonor mengandung penyakit yang berbahaya (HIV, Hepatitis, dll) bagi yang menerima donor.

Anda bisa ke klinik berapa biaya yang dibutuhkan untuk proses medical check up + biaya alat-alat impor tadi. Biaya ini bisa dibilang tidaklah murah.

Namun jika anda pendonor, selain darah diambil anda secara tidak langsung juga dicek kondisi medis nya secara gratis.

Jika ada kondisi tertentu yang mengkhawatirkan tentu anda dihubungi oleh pihak PMI.

4. Biaya Proses Komponen Darah.

Kebutuhan akan donor darah biasanya tidak hanya berupa keseluruhan darah, kadang ada yang membutuhkan plasma darah saja, atau trombosit saja. Karena itu ketika darah telah didonorkan, maka akan dilakukan proses pemisahan komponen darah terlebih dahulu.

Proses ini disebut juga dengan apheresis.

Nah, oleh karena prosedurnya khusus, maka syarat untuk menjadi donor apheresis juga ada perbedaan, yaitu dalam hal:

  • Berat Badan Pria minimal 55 kg dan wanita minimal 60 kg.
  • Kadar Hb 13-17 gr/%.
  • Tekanan darah sistole antara 110-150 mmHg dan diastole 70-90mmHg.
  • Interval donor minimal 2 minggu sekali. Namun khusus untuk eritraferesis, minimal 8 minggu sekali dan untuk plasmaferesis, minimal 1 minggu sekali.

Khususnya donor trombosit, setelah melakukan donor platelet apheresis, maka jumlah trombosit akan pulih kembali 100% dalam waktu 2 x 24 jam.

Adapun pada eritraferesis, jumlah eritrosit akan pulih dalam 4-8 minggu. Dengan demikian, para pendonor apheresis dapat melakukan donor lebih banyak dari donor biasa yaitu maksimal 24 kali per tahun (interval donor minimal 2 minggu sekali.

Selain itu jika pasien donor apheresis membutuhkan 1 kantong darah, itu sama dengan antara 10 hingga 15 kantong pendonor normal.

5. Uji Silang Kecocokan

Uji silang ini adalah mencocokkon antara pendonor dengan yang membutuhkan donornya. Karena pada kondisi tertentu ada pasien donor yang membutuhkan kondisi darah pendonor khusus juga, jadi tidak sembarangan dan tidak hanya melihat kecocokan golongan darahnya saja.

6. Biaya Operasional

Biaya ini terdiri dari biaya tenaga medis, biaya alat dan penyimpanan, termasuk biaya gedung.

Jadi bisa kita lihat bahwa untuk proses donor darah, mulai dari pendonoran hingga proses sampai ke pasien donor melalui tahapan yang panjang dan tidak sesederhana yang kita bayangkan. Jadi itulah kenapa ada komponen BPPD saat akan mendapatkan sekantong darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *