|
Jawaban:
Dengan donor darah, Anda justru dapat mengecek kesehatan tubuh Anda
apakah terinfeksi virus Hepatitis B atau tidak karena darah yang Anda
donorkan diskrining terhadap HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen, salah
satu penanda infeksi virus Hepatitis B).
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|
|
Jawaban:
Jika Anda pernah dites positif terhadap virus Hepatitis B, Anda tidak
diperkenankan untuk mendonorkan darah, walaupun Anda tidak pernah sakit
atau merasakan gejala dari infeksi tersebut.
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|
|
Jawaban:
Orang tersebut harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
- Segera menemui dokter
- Melakukan pengobatan dalam 48 jam setelah terkena paparan
- Mengikuti anjuran medis agar tetap hidup nyaman dan mencegah
komplikasi jika telah timbul gejala.
- Istirahat (bed rest), makan makanan bergizi, tidak minum alkohol dan
merokok adalah penting untuk membantu tubuh menyembuhkan diri dari infeksi.
- Lakukan olah raga sesuai dengan kekuatan dan kondisi tubuh.
- Pastikan semua anggota keluarga dan pasangan seksual mendapat
vaksinasi atau pengobatan pencegahan.
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|
|
Jawaban:
Jika gejala telah timbul, tidak ada penyembuhan untuk Hepatitis B.
Tetapi ada pengobatan yang dapat mencegah infeksi ini. Pengobatan
tersebut membantu meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan virus
Hepatitis B, jika dilakukan dalam 48 jam setelah paparan. Sekarang telah
tersedia vaksin. Diberikan sebelum terkena paparan virus Hepatitis B dan
direkomendasikan terhadap orang-orang yang berisiko tinggi, antara lain:
- Heteroseksual yang mempunyai banyak partner/pasangan seks.
- Semua anggota keluarga dan pasangan seksual (suami/istri) dari orang
yang menderita Hepatitis B
- Pemakai narkoba suntik
- Pekerja kesehatan yang mungkin terkena darah atau cairan tubuh
penderita Hepatitis B
- Laki-laki homoseksual yang aktif secara seksual
- Pasien yang menerima darah atau produk darah
- Pasien cuci darah/hemodialisa
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|
|
Jawaban:
Kebanyakan orang sembuh dari penyakit ini dalam 6 bulan. Sembilan puluh
sampai sembilan puluh lima persen akan sembuh sepmurna dan mempunyai
antibodi (anti - HBs). Lima sampai sepuluh persen berkembang menjadi
hepatitis kronis atau menjadi "carrier"
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|
|
Jawaban:
Hepatitis B dapat menyebabkan kerusakan sel-sel hati yang serius. Jika
seseorang dalam kondisi yang sehat dan tidak mempunyai komplikasi,
sel-sel hati akan memperbaiki dirinya sendiri. Kasus-kasus yang berat
dan kasus-kasus dengan komplikasi dapat menyebabkan kerusahakan hati
yang menetap/permanen. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan gagal
hati, sirosis, kanker hati dan kematian pada kurang lebih 1% dari
kasus-kasus tersebut.
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|
|
Jawaban:
Gejala Hepatitis B terjadi pada hari ke 40 - 180 setelah terkena
paparan/infeksi. Seseorang dapat juga menjadi "Carrier" dari virus
Hepatitis B ini. Ini berarti bahwa dalam tubuh orang tersebut terdapat
virus Hepatitis B dan dapat menulari orang lain tanpa diketahui atau
menunjukkan gejala yang nyata. Kadang virus dapat bertahan hidup
selamanya dalam tubuh, menyebabkan gejala secara periodik.
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|
|
Jawaban:
Gejala Hepatitis B mirip gejala flu. Kadang-kadang sangat ringan bahkan
tida menimbulkan gejala sama sekali. Hanya sedikit orang yang terinfeksi
menunjukkan semua gejala. Karena alasan ini banyak kasus Hepatitis B
yang tidak terdiagnosis dan terobati. Gejala utama dari Hepatitis B
adalah sebagai berikut:
- Mudah lelah
- Demam ringan
- Nyeri otot dan persendian
- Mual dan muntah
- Sakit kepala
- Kehilangan nafsu makan
- Nyeri perut kanan atas
- Diare
- Warna tinja seperti dempul
- Warna urin seperti teh
- Warna kulit dan sklera mata kuning (jaundice)
- Penurunan berat badan 2.5 - 5 kg
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|
|
Jawaban:
Virus Hepatitis B terdapat dalam semua cairan tubuh orang yang
terinfeksi. Kontak dengan cairan tubuh tersebut, misal: darah,
semen/sperma, cairan vagina, dan air ludah, dapat menularkan infeksi.
Virus dapat menular dengan mudah pada orang-orang yang hidup bersama
(kontak erat dengan orang yang terinfeksi). Seseorang dapat tertular
Hepatitis B dengan beberapa cara antara lain:
- Berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.
- Bergantian jarum suntik dengan orang yang terinfeksi (biasanya pada
pemakai narkoba suntik).
- Menggunakan alat yang terkontaminasi darah dari orang yang terinfeksi
(pisau cukur, alat tatto, tindik dan akupuntur).
- Dilahirkan dari ibu yang terinfeksi (90%)
- Transfusi darah yang tidak diskrining terhadap Hepatitis B (sekarang
semua darah untuk transfusi telah diskrining terhadap Hepatitis B,
risikonya 1: 63.000)
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|
|
Jawaban:
Hanya dengan pemeriksaan darah terhadap virus Hepatitis B yang dapat
memastikannya.
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|
|
Jawaban:
Hepatitis B adalah salah satu dari tujuh tipe virus hepatitis (A, B, C,
Delta, E, F, G). Hepatitis karena virus adalah penyakit yang serius
karena merusak sel-sel hati. Hepatitis B termasuk Penyakit Menular
Seksual (PMS) karena hubungan seksual merupakan salah satu cara
penularan antar-manusia.
(sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)
|
|