Selasa, 3 Juli 2007
[Kesaksian] Obat Fu Fang, Penangkal Demam Berdarah
Beberapa tahun terakhir, penyakit Demam Berdarah Dengoe (DBD) selalu dikaitkan dengan upaya transfusi trombocyt darah, sehingga UTD PMI menjadi ramai diserbu keluarga pasien, bahkan tidak jarang muncul transaksi tidak sehat. Tetapi kisah saya ini mungkin bisa merubah kebiasaan itu. Baru semingga lalu saya keluar dari RS di kawasan Warung Buncit Jakarta Selatan, setelah tiga hari dirawat di sana, kata dokter terkena DBD.
Awalnya, hari Sabtu pagi sebangun tidur saya merasa badan tidak keruan, terasa dingin menggigil namun sesungguhnya tubuh mengeluarkan keringat. Seperti biasa, saya menduga mungkin terkena flu ringan, apalagi dua malam sebelumnya saya kurang tidur mempersiapkan acara World Blood Donor Day yang di Jakarta dirayakan dengan acara tebar bunga Melati di bunderah Hotel Indonesia. Untuk gejala flu ringan ini biasanya bisa saya atasi dengan cukup menelan tiga butir pil Panadol di pagi hari, siang dan malam.
Tapi esok Minggu, panas tubuh saya masih tidak turun. Petangnya diantar istri tercinta saya pergi ke dokter untuk berobat, dan masih seperti biasa dikasih empat macam obat flu plus sebotol kecil sirup batuk. Sampai Rabu, panas tubuh tidak juga turun, saya datang lagi ke dokter, minta diagnosa yang benar. Melalui pemeriksaan darah, diketahui bahwa trombosyt darah saya sudah turun mencapai 135.000. Saya segera menjalani rawat inap.
Esok paginya, trombosyt saya kembali turun menjadi 97.000. Saya dan istri menjadi agak panik. Banyak teman memberi saran untuk banyak minum air Aqua dicampur 8 sachet Oralit atau minum Pocari Sweat, jus Jambu Batu merah, jus Kurma atau minum rebusan biji Angkak, dan lain-lain. Dari seorang teman lain, yaitu mantan Gubernur Akpol Bapak Pamudji Rahardjo, saya disarankan mencari obat cina merek FU FANG. Saya segera minta istri cari obat tersebut. Untungnya cari obat ini tidak sulit, siang dan petang segera saya minum dua botol kecil Fu Fang. Esok pagi, petugas Lab kembali periksa darah saya, dan hasilnya cukup mengagetkan, turun hanya 96.000.
Hari itu, saya segera minum lagi Fu Fang untuk pagi, siang dan malam. Sekitar jam 18.30 saya minta periksa darah lagi, dan ternyata trombosit darah saya sudah naik menjadi 110.000, dan yang paling menggembirakan dokter sudah memberi izin saya pulang ke rumah. Apa sih enaknya rawat inap di RS ? Tawaran dokter segara saya sambut, dan pukul 21.30 hari Jumat malam saya sudah tidur di rumah lagi. Saya dirawap inap hanya dua malam tiga hari. Setelah hari ke lima, trombocyt saya sudah 400.000.
Maka saya menganjurkan anda untuk menyediakan stok obat cina merek Fu Fang tersebut di rumah anda. Dia bisa berupa Pil atau minuman cair seperti youghurt. Rasanya manis dan anak-anak pasti menyukai itu. Harganyapun sangat ringan, yaitu di toko obat Blok M senilai Rp. 47.000,- untuk satu dus yang berisi 12 botol kecil. Expired time atau tenggat kadaluwarsa cukup lama yaitu tiga tahun.
Kini Demam Berdarah Dengoe telah dapat diatasi lebih cepat dan lebih murah tanpa transfusi trombocyt.
H. Ariman K. Usman/ Sekjen FOKUSWANDA. - via email
|